Senin, 08 Desember 2014

Dubes: Kazakhtan-Indonesia masih negosiasikan pembangunan pabrik mi, ban

Dubes: Kazakhtan-Indonesia masih negosiasikan pembangunan pabrik mi, ban

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Kazakhstan untk Indonesia Askhat Orazbay mengatakan pembangunan pabrik mi instan dan ban di Kazakhstan masih dalam tahap negosiasi meskipun kedua belah pihak sudah menandatangani nota kesepahaman.

"Kami sudah menandatangani kontrak antara Multistrada Indonesia dan perusahaan Kazakhstan untk membangun pabrik ban dan kammi juga sudah menandatangani nota kesepahaman antara Indofood Indonesia dan perusahaan Kazakhstan untk membangun pabrik mi instan," kata Askhat Orazbay di sela-sela peringatan Hari Kemerdekaan Kazakhstan di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kedua pembangunan tsb masih dalam tahap negosiasi karena harus berdiskusi lebih lanjut terkait hal teknis, pembiayaan, maupun pasar.

Meskipun kedua pembangunan tsb masih dalam tahap negosiasi, Askhat mengharapkan rencana itu bisa terealisasi secepatnya.

Ketika ditanya mengenai nilai kontrak yang disepakati, Askhat mengatakan hal tsb masih dibicarakan lebih lanjut.

"Kami (Kazakhstan) adalah produsen gandum terbesar ketiga di dunia. Kami mempunyai kualitas gandum terbaik dan pasokannya berlimpah," kata dia.

Indonesia membutuhkan pasokan gandum maupun minyak mentah dari Kazakhstan. Namun, yang menjadi hambatan terkait ekspor ke Indonesia adalah jarak.

"Karena itu kitaa sedang membangun jalur kereta api dari Kazakhtan ke Iran sehingga kitaa bisa menggapai Indonesia dg laut. Alternatif yang lain. kitaa membangun fasilitas transportasi di pantai timur China. Kita hubungkan China dg jalur kereta api. Jadi kitaa bawa komoditas kitaa ke pelabuhan China (Yan Yung Jeng) dan dari pelabuhan tsb dikirim ke Indonesia lewat laut. Sehingga ini bisa lebih ekonomis," ujar dia.

Selain itu, Akshat mengatakan kedua negara yaitu Kazakhstan dan Indonesia sepakat untk membuka layanan penerbangan langsung dg rute Denpasar-Almaty dan sebaliknya.

"Kami juga akan membahas kemungkinan rute lain seperti Kualalumpur-Bali atau Jakarta. Kazakhstan sudah memiliki penerbangan dg rute Almaty-Kualalumpur dan Almaty-Bangkok dan Beijing. Almati adalah kota terbesar di Kazakhstan yang terkenal dg pusat industri dan pariwisatanya," kata dia.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/468264/dubes-kazakhtan-indonesia-masih-negosiasikan-pembangunan-pabrik-mi-ban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar