Semarang (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Mulyadi mengatakan PT Pertamina (Persero) harus mengantisipasi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) berlebihan di kalangan masyarakat hingga akhir tahun mendatang.
"Menurut Pertamina akan ada overkuota sekitar 2-3 persen, harapan kammi Pertamina tetap bisa mengantisipasi kondisi ini sehingga masyarakat tdk menderita karena kelangkaan BBM," ujarnya usai melakukan kunjungan ke Terminal BBM Pengapon Semarang, Senin.
Menurut dia, mulai saat ini Pertamina harus melakukan persiapan sehingga pada akhir tahun mendatang kekurangan BBM bisa diatasi dg baik.
"Memang ini menjadi tantangan bagi Pertamina untk mengatasi persoalan overkuota, bagaimanapun juga ini terkait persoalan di kalangan masyarakat," katanya.
Menurut dia, hasil dari kunjungan tsb akan dibahas pada rapat dg Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.
"Pada rapat tsb kammi juga ingin menanyakan kepada Menteri ESDM terkait alasan Pemerintah menaikkan harga BBM, karena sejak harga BBM subsidi dinaikkan Pemerintah belum menjelaskan kepada kammi mengenai alasan yang sebenarnya," katanya.
Pihaknya juga beranggapan dg harga BBM premium Rp8.500/liter dan solar Rp7.500/liter berarti sudah tdk ada lagi BBM subsidi untk masyarakat.
"Kami dan sejumlah ahli beranggapan bahwa dg harga tsb namanya sudah tdk lagi subsidi, tetapi Pemerintah mengatakan bahwa BBM tsb masih subsidi. Silahkan nanti dijelaskan pada rapat hari Kamis itu," katanya.
Sementara itu, melalui kunjungan tsb pihaknya ingin memastikan terkait kemungkinan penyelewengan BBM di lapangan. Menurutnya, dari laporan Kepolisian RI saat ini sudah ada beberapa laporan terkait penyelewengan BBM.
"Untuk memastikan kondisi ini kammi harus turun di lapangan, tetapi untk kawasan Jateng dan DIY kammi menerima laporan dari Pertamina bahwa kondisi aman," katanya.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2014
Sumber: http://www.antaranews.com/berita/467135/dpr-pertamina-harus-mengantisipasi-konsumsi-bbm-berlebihan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar