Sabtu, 06 Desember 2014

Agung: Kami Biasa Dizalimi

Agung: Kami Biasa Dizalimi

Agung Laksono: Kami biasa dizalimi (Foto: Okezone)

Agung: Kami Biasa Dizalimi

JAKARTA - Ketua Presidium Penyelamat Partai, Agung Laksono menuding bahwa ancaman yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) versi Musyawarah Nasional (Munas) di Bali tdk punya legitimasi karena belum mendapat pengesahan dari pemerintah.

"DPP hasil Bali itu belum disahkan. Jadi, belum bisa melakukan langkah-langkah (apapun). Tidak perlu ragu dan takut," ungkapnya sesaat setelah memasuki Ballroom Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (7/12/2014).

Mantan Wakil Ketua Umum Golkar itu mengklaim, pihaknya biasa diperlakukan tdk demokratis bahkan dizalimi.

"Jangan di kerangkeng dong, kan zaman demokrasi. Kami biasa menghadapi tindakan brutal. Kami biasa dizalimi," tegasnya.

Agung menambahkan, pihaknya tdk mau terpengaruh dg isu-isu yang berbau ancaman tsb. "Ini tetap berlanjut, jangan dengar isu seperti itu, tetap optimis kitaa berjalan dg baik," tandasnya.

Munas sendiri sudah dibuka sekira pukul 10.10 WIB dg agenda mendengarkan pemaparan seluruh DPD dan Ormas yang ada di partai beringin.

Berdasarkan agenda, pukul 13.00 WIB setelah istirahat makan siang nanti, Munas akan dilanjutkan dg agenda rapat paripurna III yang dihadiri oleh seluruh Steering Commitee (SC) dan pimpinan Munas IX partai Golkar. Acara ini akan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya rapat paripurna IV akan digelar pada pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB dg agenda penjelasan persyaratan dan tata cara serta pemilihan ketua umum serta pembentukan formatur.

Kemudian rangkaian acara selanjutnya pada pukul 19.00 WIB, mengagendakan pendaftaran calon ketua umum, verifikasi dan penetapan bakal calon ketua umum, penyampaian visi-misi, pemilihan ketua umum dan ketua formatur serta pemilihan anggota formatur.

Munas pun rencananya akan ditutup pada Senin, 8 Desember besok. Seperti diketahui, pelaksanaan Munas Jakarta ini merupakan tandingan dari Munas IX di Nusa Dua, Bali yang diselenggarakan oleh kubu Aburizal Bakrie (Ical).

(hol)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2014/12/07/337/1075737/agung-kami-biasa-dizalimi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar