
Pada artikel ini kita akan membahas beberapa strategi mengelola isi atau konten blog sebagai kelanjutan dari tips blog wordpress sebelumnya. Tak peduli apapun topik blog, kita semua membutuhkan strategi konten yang baik nan maknyus. Pada bagian ini, kita akan belajar bagaimana membentuk dan menyajikan konten untuk membantu mendatangkan pengunjung atau pembaca dan memnbuat pembaca setia berkunjung ke blog kita.
Berdasar artikel panduan penulisan blog yang diterbitkan WordPress.com, empat strategi  mengelola konten blog yang baik itu adalah:
1. STRATEGI JUDUL
2. STRATEGI KALENDER EDITORIAL
3. STRATEGI ARSIP: MENDATANGKAN TRAFIK KE TULISAN LAMA BLOG
4. STRATEGI POSTINGAN BERSAMBUNG
Baik, sekarang kita rinci satu persatu
1. STRATEGI JUDUL
Kita telah bekerja keras di blog kita: kita mencurahkan pikiran dan usaha ke laman âTentang Kamiâ, judul situs dan tagline kita, dan kita bahkan telah memilih nama blog yang keren, serta kita bekerja keras mengumpulkan foto-foto untuk blog kita. Berikutnya, kita selalu membaca dan membaca kembali naskah kita untuk memastikan kualitasnya.
Dengan lebih dari 1,4 juta postingan yang diterbitkan di WordPress.com setiap hari, bagaimana kita memastikan karya kita bisa menonjol? Membuat judul postingam yang kuat adalah salah satu cara untuk menarik perhatian pembaca, menarik pengikut, dan mendapatkan kunjungan berulang. Berikut adalah beberapa gagasan untuk diterapkan tentang menulis judul untuk postingan kita.
a. Buat judul orisinil
Ada banyak postingan dengan judul seperti: Apa yang diajarkan Game of Thrones pada saya mengenai komunitas modern atau judul seperti Semua yang saya ketahui tentang perkawinan, yang saya pelajari dari Homer Simpson. Jelas itu adalah judul yang kurang pas karena tidak menggigit. Dengan demikian, Anda perlu membuat judul yang orisinil dan mengigit.
Dua contoh judul artikel yang mengigit misalnya adalah:
- 20 Resep kue kering Lebaran: Mudah bikinnya, mewah rasanyaâ¦
- 23 Resep kue donat enak empuk: Aneka bahan dan rasa
Meski kita ingin karya kita menonjol di internet, kita mungkin harus memikirkan kembali jenis konstruksi semacam ini, kecuali jika kita merasa punya sesuatu yang istimewa atau unik di mana pembaca menjadi tidak sabar untuk membacanya.
b. Pelajari cara para master
Kita bisa menemukan banyak inspirasi dan panduan judul dari blog atau judul artikel di majalah yang kita baca. Apakah di dalam situs atau majalah itu ada hal yang benar-benar kita suka? Kalua iya, pelajari judulnya. Pertimbangkan apa yang ada dalam judul-judul itu yang menarik: Apa yang menarik perhatian? Apa yang menggelitik rasa ingin tahu? Cobalah meniru penulis favorit kita saat menulis judul posting.
c. Mainkan pikiran pembaca
Jika kita menulis sebuah postingan, entah itu masalah pendidikan atau sekadar anekdot pribadi atau menawarkan nasihat tertentu, ada baiknya bertanya pada diri sendiri:
Apa hal paling penting yang saya inginkan untuk diingat pembaca dari postingan ini? Mengolah jawabannya menjadi judul postingan secara otomatis akan memperkuat poin paling penting untuk pembaca, memastikan pesan kita tidak hanya akan didengar, tapi diingat.
Cobalah membuat intrik atau menggunakan unsur kejutan dalam judul dengan menyinggung sesuatu yang hanya bisa dilihat atau dipelajari pembaca dengan membaca postingan.
d. Setiap judul yang baik berisi slug yang baik
Judul posting kita secara otomatis menjadi slug postingan kita, yang merupakan bagian dari link permanen atau URL postingan kita.
Jika judul posting kita cukup panjang, (lebih dari enam atau tujuh kata) pertimbangkan untuk mengedit slug kita dan menghapus kata-kata seperti âuntukâ, âdariâ, âkami,â âini,â âitu,â dan sebagainya yang tidak secara spesifik berhubungan dengan topik tulisan tersebut, agar mesin pencari bisa menganalisanya dengan cepat. Sebagai contoh, ada slug seperti ini: /menarik-pengunjung-dengan-judul-postingan-yang-hebat
Disarankan slug seperti itu diubah menjadi: /judul-postingan-hebat
Jika blog kita terhubung secara otomatis ke Facebook dan Twitter, judul postingan adalah apa yang akan dikirim keluar sebagai default lewat Publicize, jadi penting untuk mempertimbangkan bagaimana judul postingan kita akan diterima ketika muncul pada jejaring sosial. Ketika kita menulis artikel, kita juga mungkin harus menerka kata-kata yang akan digunakan pembaca untuk mencari postingan kita dan memastikan kata-kata itu ada dalam judul.
Dengan demikian, judul kita lebih dari sekedar ringkasan ide postingan kita; judul adalah âkartu namaâ di internet, dari mesin pencari hingga jejaring sosial. Dengan demikian, strategi judul adalah hal yang penting dalam usaha kita menulis artikel untuk menarik minat  orang agar datang dan membaca artikel itu.
2. STRATEGI KALENDER EDITORIAL
Kika pasti berniat dan ingin membangun pengikut blog secara sehat. Nah, tidak ada yang lebih penting daripada menerbitkan konten berkualitas secara teratur. Masalahnya, menjaga konsistensi tidaklah selalu mudah.
Ya pasti. Urusan kita bukan sekadar ngeblog. Kita punya pekerjaan tersendiri, urusan sekolah, urusan keluarga, atau teman-teman (atau kombinasi dari berbagai urusan-urusan itu) untuk dipikirkan. Ketika kita harus memikirkan urusan lain di lain urusan ngeblog kadang blog kita menjadi telantar.
Jika hal itu adalah âkita bangetâ, maka yang kita perlukan adalah apa yang diesebut  kalender editorial. Kalender ini bisa menavigasi jadwal kita yang padat? Berikut beberapa hal untuk dipertimbangkan.
a. Kapan kita memerlukan kalender editorial?
Bagi sebagian besar kita, blogging adalah cara untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan orang lain selama waktu luang kita. Gagasan untuk menetapkan deadline dan membuat rencana mengisi blog dapat dengan mudah ditangguhkan oleh orang-orang yang ngeblog semata-mata untuk berhappy-happy. Namun pada saat yang sama, blogger lain membuat langkah signifikan untuk menarik pembaca dengan membuat rencana; bahkan untuk blog grup, beberapa bentuk penjadwalan mutlak diperlukan.
Apapun kebutuhan Anda, hal yang terpenting tentang kalender editorial adalah bahwa kita bisa membuatnya rinci atau samar-samar, ketat atau elastis, sesuai keinginan kita.
Bagi beberapa orang, penerbitan artikel dua kali seminggu (atau sebulan sekali, atau setiap hari, atau semaunya) sudah merupakan kalender tersendiri. Banyak blogger membangun landasan untuk penjadwalan ketika mereka menggunakan fitur penjadwalan rutin yang dicampur dengan materi yang sifatnya spontan. Berjanji pada diri sendiri untuk membuat irama posting secara teratur adalah langkah besar ketimbang memiliki rencana serampangan atau tidak memiliki rencana sema sekali.
b. Penjadwalan: sahabat para pemalas
Kalender editorial memungkinkan kita untuk merencanakan sejak awal dan mengalokasikan waktu kita yang terbatas secara bijaksana. Katakanlah kita merencanakan blog kita bulanan; kita akan tahu bahwa pada akhir pekan kedua di akhir bulan kita akan offline untuk -katakanlah- menikah, dan deadline penting itu sudah menunggu di akhir bulan.
Sebuah penjadwalan memungkinkan kita, pertama, untuk mulai menulis artikel lebih awal. Karena kita dapat  memprajadwal penerbitan postingan, maka pekerjaan kita sebenarnya sudah selesai. Blog kita akan mengurus pekerjaan sisanya saat kita sedang offline.
Kedua, kalender memungkinkan kita membuat keputusan cerdas tentang materi dan waktu postingan yang ingin kita publikasikan. Jika kita akan melewati hari-hari yang sibuk maka kita bisa menjadwalkan posting yang lebih pendek atau lebih mudah untuk ditulis. Jika kita punya banyak waktu luang, maka kita bisa menulis lebih mendalam atau menulis esai panjang.
Dengan kata lain, kita dapat (dan harus!) berkutat dengan jenis posting yang kita publikasikan, memberikan waktu pada audiens kita untuk mencerna konten kita dengan memberi penekanan pada tulisan panjang dan serius dengan tulisan yang lebih pendek dan lebih ringan.
c. Statistik berbasis kalender
Setelah kita ngeblog untuk sementara waktu dan memiliki sedikit track record, merancang kalender menjadi lebih penting (dan dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar). Kita harus mempertimbangkan untuk memeriksa dan menganalisis statistik kita, kemudian mengambil perencanaan konten kita ke tingkat berikutnya. Ketika kita tahu tulisan model apa yang paling populer dan pada apa hari trafik kita meledak, maka kita bisa mulai memaksimalkan hal itu pada hari-hari mendatang.
Sebagai contoh, cobalah menggabungkan topik yang populer dengan hari bertrafik tinggi untuk mengekspos sebanyak mungkin pembaca pada konten terkuat Anda.
Pada hari-hari biasa, kita bisa bereksperimen dengan postingan jenis baru yang sudah kita pikirkan, atau mengutak-atik fitur interaktif (seperti posting dengan jajak pendapat, atau event blogging) untuk semakin melibatkan banyak pengunjung di blog kita.
Gagasannya adalah untuk mengidentifikasi pengunjung inti blog kita dan memberikan konten yang mereka cari, tetapi juga terus menguji fitur baru yang mungkin akan memperluas dan memperdalam daya tarik blog.
d. Setelah kalender editorial, lalu apa lagi?
Terlepas dari apapun jenis blog kita, berikut adalah beberapa poin penting dalam membuat kalender editorial:
- Jadikan visual: Jika kalender itu hanya ada di kepalakita, itu namanya bukan kalender. Gunakan aplikasi kalender smartphone kita, atau alat pembuat catatan seperti Simplenote. Dapatkan salah satu dari banyak template yang tersedia secara online. Atau cukup bermodal pena dan kertas. Memiliki dokumen yang aktual akan membantu kita melacak kemajuan kita (dan untuk membuat perubahan ketika kita memerlukannya).
- Bersikap realistis: lebih baik menjadwalkan dua postingan seminggu tapi tepat waktu daripada menjadwal posting harian yang ternyata cuma terealisasi tiga postingan saja dalam seminggu.
- Anggarkan waktu untuk interaksi: Pertimbangkan menggunakan waktu kita untuk menanggapi audiens kita. Jangan menjadwalkan postingan yang cenderung menghasilkan banyak diskusi jika kita tidak mau menanggapi setiap komentar pembaca.
- Kalender bukan sekedar rencana, tapi juga catatan: Setelah kita membuat jadwal tulisan mingguan/bulanan/tahunan, jangan buang rencana kita. Cobalah mendeteksi tren jangka panjang: apa jenis tulisan yang paling kita sukai untuk diterbitkan? Apa jenis konten yang menimbulkan reaksi terkuat dari pengunjung? Perencanaan akan lebih mudah setelah kita mengandalkan data aktual, bukan firasat sendiri.
- Kalender tidak hanya berfungsi sebagai penanggalan publikasi: buat ruang dalam kalender kita untuk menampung pikiran-pikiran yang belum matang untuk dijadikan ide postingan. Menjaga inventarisasi semacam ini dapat bermanfaat setiap kali kita mengalami âwriterâs blockâ alias mampetnya ide bagi penulis, atau saat kita perlu mengubah rencanadengan cepat. Hal ini juga akan mempermudah membuat kalender masa depan, karena kita tidak perlu memulai dari awal.
Kalender yang baik adalah yang fleksibel
Walaupun melakukan penjadwalan sering berguna, memiliki satu jadwal yang terlalu kaku bisa menjadi bumerang. Kalender semacam itu bisa membuat kesenangan ngeblog hilang dan mengganggu konsentrasi (dan blogger tidak menikmati saat-saat ngeblog).
Secara praktis, memiliki beberapa ruang gerak juga penting. Menjaga beberapa hari tetap longgar memberi kita ruang untuk menulis secara spontan dan mempublikasikan konten yang sensitif-waktu untuk pembaca kita.
Apapun rencana mendadak kita, entah liburan atau pernikahan, membuat posting secara mendadak bukanlah cara yang baik. Dengan kata lain, buatlah rencana atau jadwal posting untuk hal-hal yang tak terduga, namun tidak terlalu berlebihan dalam merencanakannya.
3. STRATEGI ARSIP: MENDATANGKAN TRAFIK KE TULISAN LAMA BLOG
Hal yang tidak boleh dilupakan dalam mengelola konten blog adalah mengelola arsip blog atau deretan tulisan-tulisan lama di blog kita. Ya, mengingat sifat fana dari internet -dari berita hingga meme yang menarik perhatian pembaca- rasanya kita sebagai penerbit online seperti selalu didorong untuk mengikuti perkembangan internet, menulis posting demi posting setiap hari.
Kebanyakan blog diatur dengan jenis tampilan depan seperti itu, dengan laman depan menampilkan posting terbaru. Tapi meski pembaca kita (dan mesin pencari) suka melihat konten baru di situs kita, sangat disarankan blogger mempromosikan arsip blog agar pembaca juga melihat posting terbaik, âpermata tersembunyiâ blog, dan konten yang sifatnya abadi di blog kita. Dengan demikian, sudah seharusnya kita mengarahkan trafik ke posting lama dan bagian yang berbeda dari wajah depan blog kita.
Kita punya alat-alat praktis di dashboard untuk mempromosikan konten lawas kita, mulai dari  Widget Arsip hingga Widget Kategori. Tapi mari melihat lebih jauh dan mencari cara lain untuk mengarahkan pengunjung ke arsip kita.
a. Menu kustom dari page atau kategori
Kita dapat membuat laman âBest Ofâ dan membuat sebuah daftar posting paling favorit dan paling populer, kemudian tambahkan laman itu di menu kita. Widget Top Posts & Pages dapat menghasilkan daftar yang serupa untuk kita, tetapi jika kita ingin lebih mengontrol pilihan kita -dan ingin menampilkan daftar ini pada lamannya sendiri daripada di sidebar- ini adalah cara yang sederhana untuk dilakukan. (Bagi pengguna yang suka mengutak-atik shortcode, cobalah Display Posts Shortcode: menggunakan berbagai pilihan shortcode, kita juga dapat menyempurnakan tulisan yang ingin ditampilkan pada laman.)
Kita dapat membuat menu kustom dengan kategori juga (atau mencampurnya dan memasukkan laman dan kategori, ditambah link eksternal). Jika kita tidak sering menulis di blog, kita bisa mempertimbangkan menu untuk kategori paling populer, yang menyoroti posting lama. Dengan cara itu, kita akan membuat kategori kita lebih mudah diakses, dan memungkinkan pembaca untuk dengan mudah menemukan konten yang berumur lebih dari satu tahun.
b. Widget Gambar
Pertimbangkan untuk menambahkan Widget Gambar yang bisa diklik di sidebar kita. (Kita dapat menggunakan editor foto online seperti PicMonkey yang gratis dan tidak memerlukan registrasi.) Widget tidak hanya meramaikan dan meningkatkan penampilan blog kita, tetapi dapat mengarahkan trafik ke berbagai wilayah blog kita. Kita dapat membuat widget gambar untuk kategori paling populer kita dan mengarahkan pembaca dan visitor baru ke beberapa konten kita yang paling teruji dalam perjalanan waktu selama ini.
c. Post slider
Beberapa tema WordPress.com memiliki pilihan untuk mengaktifkan post slider â" fitur slide gambar, seringkali ada di bagian atas laman kita yang menyoroti posting pilihan. Dalam Showcase Theme, kita dapat menelusuri template yang mendukung post slider dan berbagai cara berbeda untuk menampilkan posting kita.
Post slider adalah cara visual yang hebat untuk menarik perhatian pada postingan jadul. Karena kita memutuskan posting yang muncul di sana, kita bisa sesuka hati memilih posting yang telah teruji waktu, membawa ânyawaâ baru ke konten yang sudah beberapa bulan (atau tahun) umurnya.
d. Posting berulang, event, dan peringatan
Cara lain untuk mengarahkan trafik ke arsip kita adalah dengan menerbitkan seri postingan yang berkelanjutan. Jika kita mengelompokkan semua posting terkait dalam satu kategori, maka kita bisa menampilkan postingan lawas yang terkait di laman kategori.
Kita juga dapat mendaftar konten kita sendiri. Kita bisa mencoba menulis posting semacam âKilas Balik Setahunâ yang merangkum waktu tahun dan memasukkan posting menonjol (kita bisa melakukan hal yang sama di akhir setiap bulan, atau bahkan setiap minggu, jika kita seorang blogger produktif).
Atau, jika kita seorang blogger kuliner atau menulis tentang resep musiman atau proyek kerajinan selama liburan, pastikan untuk mempromosikan dan mengelink ke posting lama yang telah kita tulis. Ini adalah kesempatan untuk menyorot tulisan kita dan mengerjakannya dengan cara yang tepat dan relevan.
Beberapa blogger membuat kalender editorial untuk menjaga jadwal rutin per minggu atau bulan, sementara yang lain juga menulis posting tahunan. Blogger expatriat dan nomaden memosting âtravelversaryâ yang menandai satu tahun tinggal di luar negeri atau bepergian keliling dunia; dalam jenis-jenis tulisan ini, blogger mengunjugi kembali entri lawas âtravelversaryâ dan melihat kembali apa yang sudah mereka lakukan atau alami.
Kita bukan expatriat atau wisatawan? Kita dapat menyusun posting serupa, tidak peduli niche kita, dan kemudian mengarahkan perhatian ke posting terkait di arsip blog. Hal utama yang harus diingat: tulisan tidak menghilang begitu saja setelah berumur beberapa hari. Nilai tulisan itu masih ada, dan itu terserah kita untuk membantu pembaca menemukannya atau tidak.
4. STRATEGI POSTINGAN BERSAMBUNG
Membuat seri postingan atau serangkaian tulisan bersambung -memperkenalkan unsur pengulangan dan keteraturan dalam jadwal tulisan kita- dapat sangat membantu dalam mengantisipasi pembaca dan pertumbuhan trafik kita.
Blog wordpress.com memberikan kebebasan mutlak bagi kita untuk membuat konten dan mempublikasikannya sesuai jadwal kita sendiri, semudah mengklik tombol. Namun kadang-kadang kelonggaran seperti itu bisa menjadi titik lemah kita. Dengan tidak adanya deadline yang ditetapkan untuk dipenuhi, kita mungkin merasa kurang tertekan untuk memposting secara teratur. Pembaca kita juga mungkin akan berhenti mengharapkan aliran materi segar dari kita. Ini adalah lingkaran setan yang banyak ditemui penulis.
a. Tulisan bersambung:Â sebuah janji
Ketika kita memutuskan untuk memposting (sesuatu, apapun) dalam interval atau berseri, kita seakan-akan tekah membuat janji. Pertama, janji dengan diri sendiri: sebagai orang yang menetapkan aturan, kita memilih sendiri cara mengelola waktu dan jadwal blog kita. Di samping itu, kita juga membuat janji kepada audiens kita: dengan jadwal yang ada, mereka tahu bahwa mereka dapat mempercayai kita, dan memiliki alasan untuk datang kembali untuk melihat hal-hal bagus di blog kita.
Ada banyak cara untuk membuat cerita bersambung di blog kita. Di WordPress.com, kita juga telah mendapat keuntungan dari fitur penjadwalan reguler, dari Theme Thursday hingga Daily Prompts, yang dirancang untuk memotivasi blogger untuk memposting sesuatu yang baru setiap hari.
b. Posting harian atau mingguan?
Bagi mereka yang ingin mempersonalisasi proyek posting harian mereka, pilihannya tidak terbatas. Kita bisa memulai misalnya Proyek 365 yang menampilkan foto harian, atau menunjuk hari-hari tertentu dalam seminggu untuk menampilkan posting-posting berulang. Jika kita bagian dari sebuah blog grup, setiap rekan kita dapat bertanggung jawab atas konten di hari-hari tertentu, seperti penjadwalan tulisan kolumnis di surat kabar.
Beberapa blogger ingin memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam jadwal mereka, sambil melakukan kegiatan menulis mereka dengan fitur mingguan. Di sini benar-benar tidak ada aturan lain kecuali kita membuat aturan sendiri. Kita dapat mendasarkan keputusan kita pada jadwal kerja kita sendiri, atau mencoba untuk mencocokkan konten terkuat dan andalan kita dengan hari di mana kita mendapatkan trafik paling tinggi (bagaimana kita bisa melakukan itu? Sebuah tinjauan cepat ke statistik kita akan membantu melakukan trik ini!).
Banyak blogger lebih memilih kebebasan yang lebih besar dalam pemilihan topik atau frekuensi penerbitan mereka. Orang lain mungkin khawatir bahwa mereka akan menguras subjek yang mereka pilih sendiri hingga kering. Meski begitu, penulis yang giat akan menemukan cara-cara kreatif untuk mempertahankan jadwal rutin dan mendorong perumbuhan pembaca setia secara sehat dan maknyussss.
c. Waktu kita, blog kita
Sebuah posting foto mingguan mungkin memberikan pembaca cukup waktu untuk menginginkan postingan berikutnya. Hal yang sama berlaku untuk entri tantangan mingguan atau update posting mingguan. Pembaca setia kita mungkin tidak tahu sebelumnya apa yang akan mereka dapatkan di setiap postingan, tapi mereka tahu yang mereka cari akan ada di sana.
d. Pancingan yang tepat
Sebuah posting yang dijadwalkan secara teratur dapat berguna untuk banyak tujuan, seperti menampilkan karya terbaik (dan terbaru) di blog kita. Bagaimana kalau ringkasan posting mingguan kita disertai dengan foto mosaik yang menarik? Atau intisari bulanan kegiatan blogging kita? Keduanya adalah cara yang bagus untuk memperpanjang umur arsip postingan kita dan memastikan bahwa pengunjung baru mendapatkan sekilas pandangan tentang arsip kita, bahkan jika mereka baru sekali ini masuk ke blog kita.
Seberapapun banyaknya pengunjung setia kita, jika mereka tahu bahwa mereka bisa mengandalkan konsistensi penulisan  di blog kita, hal itu merupakan langkah besar kita untuk menumbuhkan pembaca blog.
Demikian sobat⦠Semoga bermanfaat
Rangkaian artikel tips wordpress:
Sumber: http://simomot.com/2014/12/05/4-strategi-maknyus-mengelola-konten-blog/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar