Selasa, 07 Januari 2014

KPU Segera Terbitkan Aturan Main Lembaga Survei

KPU Segera Terbitkan Aturan Main Lembaga Survei
Banjarmasin - Toko perhiasan di kawasan pertokoan Jl Sudimampir II di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, disatroni kawanan perampok bersenpi. Pemilik toko, Yuking (65) menderita luka tembak dan Herlina (65) terluka di kepala.

Keterangan dihimpun detikcom, Selasa (8/1/2014) peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WITA. Dari keterangan saksi, diantaranya tukang parkir yang berada di kawasan pertokoan itu, toko perhiasan milik Yuking, terlihat pertama kali buka pada saat itu.

"Toko milik korban memang berada di deretan pertokoan, berada paling pojok dan buka sendiri pertama kali. Mendadak tiba-tiba ada 3 motor dan sejumlah pengendaranya, langsung masuk ke dalam toko korban," kata Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Suharyono, ketika dikonfirmasi detikcom.

Usai memarkir motor, di dalam toko, keseluruhan pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang itu langsung memecahkan kaca etalase dan membawa perhiasan di dalam etalase. Meski mendapatkan perlawan dari pemilik toko, diantara pelaku melepaskan tembakan dan melayangkan pukulan kepada pemilik toko.

"Dari keterangan di lokasi, kejadian sangat cepat sekitar 5 menit, terdengar letusan senpi. Yuking mengalami luka di lutut kiri dan Herlina juga terluka akibat pukulan benda dari pelaku. Sekarang Yuking dirawat di RS Suaka Insan dan Herlina di RS Ulin Banjarmasin," ujar Suharyono.

"Dugaan sementara, toko korban sudah diamati sebelumnya. Juga sedikit keterangan saksi korban mengatakan senpi yang digunakan pelaku adalah laras pendek. Kami masih mendalami itu senpi rakitan atau senpi standar," tambahnya.

Suharyono juga menjelaskan, tim Satreskrim Polresta Banjarmasin saat ini masih melakukan penyelidikan di lapangan untuk memburu pelaku. Saksi sekaligus korban sendiri belum bisa dimintai keterangan lebih jauh mengingat kedua saksi korban masih menjalani perawatan intensif medis.

"Kami masih melacak keberadaan pelaku. Tim serse masih di lapangan. Kerugian belum bisa dihitung karena saksi korban belum bisa diminta keterangan panjang lebar. Yang jelas ada sejumlah perhiasan yang dibawa pelaku dan yang tercecer sudah kita amankan sebagai barang bukti," tutup Suharyono.


Jalan Layang Non Tol Casablanca digadang-gadang akan membuat pengendara lebih cepat dibanding jalan Casablanca. Benarkah demikian? Ikuti perbandingannya di Reportase Sore Trans TV pukul 16.30 WIB

(ndr/ndr)


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar